🐁 Cerita Dewasa Bu Haji
BuMarmo Seperti yang kujanjikan, beberapa teman kantorku akhirnya menjadi langganan pijatan Bu Mumun setelah aku mempromosikannya. Rupanya pijatannya benar-benar disukai para pria. Termasuk Pak Marmo, atasanku. Bahkan ada dua temanku yang menanyakan kemungkinan untuk tidak sekadar mendapat layanan memijat dari Bu Mumun tetapi lebih dari itu.
CeritaDewasa: kenikmatan bude aminah Cerita Dewasa Monday, August 3, 2015 kenikmatan bude aminah Kisah ini kualami saat mulai kuliah di kota Y. Aku, Hartomo, dari keluarga sederhana dan jauh tinggal di kota kecamatan sehingga mengharuskan untuk kost di kota Y. Kebetulan ada keluarga di kota yang biasa aku sebut Bude, namanya Bude Aminah.
CeritaDewasa Seks - Perkenalkan nama saya yogi ,umur saya 22th ,tnggi badan 171cm berat 65kg. Saya beruntung sekali karena di karuniai tuhan dengan tubuh yang atletis dan kulit yang bersih. "iya bu,ayo" lalu aku dan dia tiduran di atas karpet tapi di belkang sofa supaya anak2nya tidak melihat. "nggak usah telanjang ya ,supaya
r78VPKp. Cerita Sex Terbaru – setelah sebelumnya ada kisah Kakak Ipar Jadi Orgasme Setelah Kuperkosa, kini ada cerita seks bergambar Kenikmatan Bersama Mama Temanku Yang Seksi. selamat membaca dan menikmati. Perkenalkan namaku Jacky teman-teman biasanya memanggilku Jack. Umurku 29 tahun. Postur tubuhku standar bule. Tinggi 185 cm, berat 82 kg. Wajahku biasa-biasa saja. Sekarang aku bekerja di salah satu perusahaan garmen di Medan, bagian marketing. Aku tinggal sendiri di sebuah tempat kost di Medan karena orangtuaku tinggal di Pematang Siantar. Awal cerita, aku berkenalan dengan seorang cowok sebut saja Hendrik. Kebetulan Hendrik satu kantor denganku dan dia adalah manager saya. Sejak perkenalan itu, akhirnya kami semakin akrab dan akhirnya bersahabat. Itu karena kami mempunyai banyak persamaan pada diri masing-masing. Kami suka clubbing dugem. Setiap malam minggu kami selalu menghabiskan waktu untuk dugem bersama cewek kami masing-masing. Yah, double date begitulah. Hendrik termasuk keluarga orang berada. Itu terlihat dari rumahnya yang megah dan beberapa mobil mewah yang nongkrong di garasinya. Maklumlah, orang tuanya pengusaha furniture antik untuk dikirim keluar negeri tapi dia lebih suka bekerja di luar daripada membantu orang tuanya. Pertama kali aku main ke rumahnya, aku dikenalkan kepada Mamanya kebetulan waktu itu Papanya nggak ada karena pergi ke Yogya untuk mencari barang-barang antik. “Ma, kenalin ini teman kerja Hendrik, Namanya Jack”, kata Hendrik sambil memeluk pinggang Mamanya. “Saya Jack, Tante”, ujarku. Ibunya berkata, “Merry. Panggil saja Tante Merry. Silakan duduk”. “Makasih Tante”. Wow, halus banget tangannya.. Rajin pedicure nih. Setelah aku duduk, Hendrik berkata, “Jack, kamu ngobrol dulu sama mamaku. Aku mau mandi dulu. Gerah nih abis mancing. Kalo kamu pengen mandi juga, pake aja kamar mandi di kamarku. Aku mandi di atas. OK?” “Gak deh, nanggung ntar juga pulang”, jawabku. Posisi dudukku dengan Mamanya berseberangan di sofa antara meja kaca. Gila!, aku nggak nyangka Mamanya sexy banget.. Sebagai gambaran buat para pembaca, umurnya kira-kira 41 tahun, wajahnya cantik keibuan, kulitnya putih bersih dengan rambut ikal sebahu, postur tubuhnya ideal tidak terlalu gemuk. Ukuran payudaranya kira-kira 36B, bentuknya bulat pula. Enak banget nih kalo diisep, pikirku. Memecah sepi, iseng-iseng aku bertanya, “Oom kemana Tante?”, padahal aku sudah tahu dari Hendrik kalau Papanya sedang ke Yogya. “Kebetulan Oom pergi ke Yogya lagi cari barang-barang antik. Soalnya ada pesanan dari Malaysia. Mungkin sebulan lagi urusannya selesai. Sekarang cari barang-barang antik agak susah. Nggak kayak dulu”, jawabnya. “Jack satu kantor sama Hendrik?”, tanyanya lagi. “Iya Tante, tapi Hendrik manager saya sedangkan saya bagian marketing. Kebetulan saya sama Hendrik suka mancing. Jadi sering ngumpul”, jawabku. “Oo.. Begitu” “Tante mau nanya nih, teman Jack ada yang punya barang antik nggak?” “Wah, kalo itu saya kurang tau Tante. Tapi mungkin nanti saya bisa tanya ke teman-teman” “OK. Tante ngerti. Gini aja, seandainya ada teman kamu yang punya barang antik, telepon Tante ke nomor ini.. sambil memberikan sebuah kartu nama lengkap dengan nomor HP nanti kamu pasti dapat komisi dari Tante, gimana?” “Siip deh Tante..”, wah, lumayan nih bisnis kecil-kecilan. Setelah berbasa-basi, Hendrik datang sambil berkata.. “Keliatannya seru, lagi ngobrolin apaan nih?” “Ini.. Mama lagi ngomongin bisnis sama Jack. Gimana? Udah segeran?” “Udah dong Ma..” “Ntar sore anterin Mama belanja ke Club Store ya.. Stok di kulkas sudah mulai habis tuh. Jack ikut?” “Nggak deh Tante. Makasih. Soalnya banyak tugas yang belum selesai dikerjain. Lagian saya belum mandi” “Ok, deh Drik, aku pulang dulu udah sore nih”, jam di tanganku menunjukan angka 610 menit. “Ok hati-hati Jack.. Sampai ketemu besok di kantor” “Permisi Tante” “Iya.. hati-hati ya Jack.. Inget telepon Tante kalo ada barang antik OK?” Setelah aku start motorku, aku langsung pulang. Sesampainya di rumah aku langsung mandi karena badan rasanya lengket semua. Sejak saat itu aku sering membayangkan Tante Merry, walaupun aku sudah punya cewek yang sering kuentot. Terkadang aku ngentot cewekku tapi aku membayangkan sedang ngentot Tante Merry. Sampai colipun aku tetap membayangkan dia. Puas rasanya. Walaupun aku merasa sedikit berdosa sama Hendrik. Ternyata nafsu mengalahkan segalanya. Aku juga termasuk orang yang pandai menyembunyikan sesuatu. Selang empat hari dari perkenalan itu, aku tidak melihat Hendrik di kantor. Untuk mencari tahu, aku telepon Hendrik ke HP-nya. “Drik, kamu hari ini nggak masuk kenapa? Sakit atau ngentot?”, candaku. “Gila kamu ngatain aku ngentot.. Aku lagi dalam perjalanan ke Yogya nih. Sorry aku nggak sempat ngasih tau kamu. Buru-buru sih”, jawabnya dari seberang telepon. “Ngapain kamu ke Yogya?”, tanyaku lagi. “Kemarin malam Papaku nelpon, aku disuruh bawain laptop yang isinya katalog. Buku katalog yang dia bawa kurang lengkap” “Ngapain susah-susah. Paketin aja kan beres?” “Wah, resiko Jack. Lagian sekalian aku liburan di sini. Yah, sambil cari memek barulah.. Rugi dong aku udah minta cuti 2 minggu cuma buat jalan-jalan” “Nggak ngajak-ngajak malah bikin ngiler aja” “Sorry banget Jack.. Hahahaha..” setelah itu telepon ditutup. Sialan, pikirku. Bengong di kantor.. Tiba-tiba terbayang lagi Tante Merry. Aku ada akal nih.. Semoga berhasil. Iseng-iseng aku SMS ke nomor HP Tante Merry, pura-pura menanyakan Hendrik. Isi SMS nya begini, “Tante, ini Jack. Hendrik kok ga msk kantor? Sakit ya? Tadi saya tlp ke hpnya tp ga nyambung2″ Setelah beberapa detik SMS terkirim, HP-ku berdering.. Kulihat nomornya, ternyata dari no telepon rumah Hendrik. Yes! Teriakku dalam hati. Tanpa basa-basi, langsung aku angkat. “Hallo..” ucapku. “Hallo, ini Jack?” “Iya.. Ini Tante Merry ya?” “Lho kok tau?” “Nomor telepon rumah Tante tercatat di sini. Hendrik sakit ya Tante?” “Lho, kamu nggak dikasih tau sama Hendrik kalo dia ke Yogya?” “Hah, ke Yogya? aku pura-pura kaget Yang bener Tante. Kapan berangkatnya?” “Kamu kok kaget banget sih. Berangkatnya tadi pagi banget sama Rudy. Rudy bekerja sebagai asisten Papanya Mungkin karena buru-buru jadi nggak sempat ngasih tau Jack”. “Kira-kira kapan pulangnya Tante?” “Yah, mungkin 2 minggu lagi. Sekalian refreshing katanya”. “Wah, kasihan yah Tante jadi kesepian..” “Iya nih.. Jack ke sini dong. Temenin Tante ngobrol. Itu juga kalo Jack nggak sibuk.” Horee!! Sorakku dalam hati. Kesempatan emas nih.. Gak boleh disia-siakan. “Hmm, gimana ya..pura-pura berpikir OK deh Tante. Lagian saya nggak sibuk ini. Jam berapa Tante? Sekalian saya mau belajar bisnis sama Tante”. “Bener nih Jack nggak sibuk? Kalo Jack mau, dateng aja jam 6 sore. Gimana?” “OK Sampai ketemu nanti. Saya urus kerjaan dulu”. “OK Tante tunggu ya.. Bye..” Setelah menutup telepon aku bergegas pulang dan mandi. Karena waktu sudah menunjukkan angka 455 menit. Jam 550 menit aku sudah sampai di rumahnya. Di pintu gerbang, ternyata aku sudah disambut oleh seorang pembantu. Pembantu itu bertanya.. “Mas Jacky, ya?” “Iya. Kok Mbak tau?” “Tadi Ibu bilang kalo ada tamu yang namanya Jack suruh masuk aja. Gitu. Ayo silakan masuk Mas”. “Terima kasih Mbak”. “Sama-sama” Begitu masuk, langsung kuparkirkan motorku di garasi berjejer dengan mobilnya. Lalu aku melangkah menuju ruang tamu. Tante Merry sudah duduk di sofa. “Sore, Tante.. aku sempat kaget begitu lihat Tante Merry yang sedang mengenakan pakaian senam dan keringat membercak di antara belahan payudaranya. Apalagi putingnya terlihat menonjol karena tidak pakai BH. Bentuknya masih mengkal, jadi gemas liatnya. Sesekali aku menelan ludah karenanya. “Ayo, masuk aja Jack. Silakan duduk. Sorry Tante masih keringatan. Jangan malu-malu. Anggap aja rumah sendiri. Ternyata kamu tepat waktu. Tante suka orang yang selalu tepat waktu”. “Kebetulan aja Tante..” “Jack, Tante bisa minta tolong nggak?” “Tolongin apa Tante?” “Tolong pijatin kaki Tante ya.. Sebentar aja. Tadi Tante aerobik nggak pemanasan dulu jadinya kaki Tante kram”. “Boleh deh. Tapi saya nggak jago pijat lho Tan”. Tanpa berkata apa-apa, Tante Merry merebahkan tubuhnya di sofa dan memejamkan matanya kemudian kakinya diletakkan di atas pahaku. Dia sengaja melebarkan sedikit kakinya sehingga aku dapat melihat bulu-bulu memeknya yang terjepit di antara selangkangannya. Kontolku sedikit mengeras dibuatnya, ditambah bau keringat bercampur bau memek yang khas. Oh.. Aromanya semakin terasa.. Aku mulai memijat betisnya. Oh mulus sekali kulitnya. Sekitar 5 menit memijat betisnya, tanganku naik ke pahanya. Mulanya dia diam saja. Lalu aku beranikan diri menaikkan pijatanku ke pangkal pahanya. “Hmm.. Enak Jack. Kamu pinter.. Ya.. Di situ Jack..” Aku sengaja meremas-remas pahanya semakin naik hingga jari kelingkingku menggesek-gesek memeknya yang masih dibalut baju senam itu. Aku pura-pura tak merasakannya. Mendapat pelakuan seperti itu, dia malah melebarkan pahanya namun matanya masih terpejam. Nafasnya pun sudah tidak beraturan. Melihat dia sudah bernafsu aku menghentikan pijatanku. Lalu dia membuka matanya.. “Kok berhenti Jack? Jack capek ya?”. Dari tatapan matanya seolah dia ingin aku agar tidak berhenti menggesek-gesekkan jariku di memeknya. “Nggak Tan. Cuma kalo posisinya gini kurang nyaman aja. Lagian nggak ada yang ditonton. Kan nggak semangat” “Ya udah, kita pindah aja ke kamar Tante. Disana ada TV-nya. VCD juga ada, jadi kamu mijatnya kan bisa sambil nonton”, lalu Tante menarik tanganku menuju lantai atas ke kamarnya. “Nah, ini kamar Tante. Tante rebahan dulu, kamu pasang VCD-nya”, wow, kamarnya luas. Mungkin 3 kali luas kamar kostku. Lengkap dengan home theaternya. “Pilih aja film yang kamu suka”, Tante menyuruhku sambil rebahan di springbednya. Sedang asyik-asyiknya memilih-milih, tanpa sengaja kulihat sebuah CD yang diletakkan di bawah VCD player. Setelah kulihat ternyata CD BF bertuliskan Vivid. “Kalo nonton yang ini boleh nggak?” tanyaku sambil menunjukkan CD-nya ke Tante Merry. “Oh itu. Boleh aja. Tapi pijatnya tetap konsentrasi ya..?” “Beres..”, jawabku sambil memasukkan CD ke playernya. Dengan posisi tubuhnya tengkurap menghadap TV, dan aku duduk di sebelahnya. “Tadi kan udah paha, sekarang tolong pijatin punggung Tante yah. Pijatan kamu enak Jack” Aku mulai meletakkan jari-jariku di punggungnya dan meremas-remas, sedang dia asyik menonton VCD yang aku putar. Pas adegan cewek bule yang memeknya dihisap dan dijilati oleh cowok negro, aku pura-pura bertanya.. “Tan, kalo cewek dijilatin gitunya enak ngga sih?” “Tante sendiri nggak tau rasanya. Soalnya sama Oom nggak pernah digituin. Lagian jijik ah..” “Ah, masa sih Tan? Kata teman saya rasanya jilatin memek itu enak-enak asin. Banyak cewek yang suka kalo memeknya dijilatin”, ujarku sambil tanganku meremas-remas pantatnya. “Emangnya kamu nggak pernah? Kenapa nggak cobain punya pacarmu?” “Coba kalo saya punya pacar, mungkin saya nggak penasaran kaya gini” Aku berpura-pura tidak pernah mencobanya, padahal sudah sering. “Tante juga penasaran sih pengen dijilatin. Tapi Oom nggak bakal mau deh”, mendengar kata-katanya aku langsung nekat meremas payudaranya dari belakang dan kudekatkan bibirku di telinganya.. “Jack mau jilatin memek Tante sekarang”, ujarku sambil memasukkan lidahku di telinganya, kujilat cupingnya.. Dia hanya mendesah.. “Ohh.. Jack.. Hmmpp..” Sebelum dia berkata apa-apa, kusumbat bibirnya dengan bibirku. Sekejap kemudian dia lalu dia membalikkan badannya. Kami berciuman dengan ganasnya. Lidahnya menyapu setiap dinding-dinding mulutku. “Sejak pertama saya melihat Tante, saya sering membayangkan bersetubuh dengan Tante, abis Tante sexy banget sih”, sambungku. “Ah masa sih Tante sesexy itu?” “Serius Tan” Sambil terus berciuman, tangan kananku menjelajah ke selangkangannya. Dia semakin agresif menyedot bibirku. Ciumanku turun ke lehernya, kujilat lehernya.. “Sshh.. Jack.. Ahh.. Shh..” tangan kanannya mulai meraih batangku yang sedari tadi sudah mengeras.. Kurasakan nafasnya sudah mulai tak teratur. “Keluarin kontollmuu Jack.. Ahh..” dia berhasil mengeluarkan kontolku dan mengocoknya.. Aku hanya bisa menikmatinya. “Taantee.. Eenaak baangeett.. Ahh.. Shh..” Kubuka bajunya hingga tersingkaplah dua bukit kembar dengan puting berwarna coklat. Kuhisap puting payudaranya yang kiri. Dia semakin keras mengocok kontolku. “Sabar yah Tante, saya bukain dulu baju Tante..” “Iya.. Ahh.. Stt..” Setelah membuka bajunya, kini yang terlihat hanya tubuh sexy Tante Merry dengan gundukan bukit berbulu yang terlihat sedikit mengeluarkan cairan. Tanpa menunggu lagi, aku membuka semua pakaianku sehingga aku telanjang bulat. “Wow.. Lumayan juga kontol kamu Jack”, ujarnya sambil memegang kontolku. “Punya Oom nggak segini besar..”, dipandanginya kontolku dengan tatapan heran. “Ini juga belum maksimal Tante.. Daripada cuma diliatin, isep dong Tan. Ntar tambah panjang” Dengan posisi aku berdiri menghadap ranjang dan Tante Merry menungging di atas kasur, dia dengan lahap menghisap kontolku. Dijilatinnya lubang kencingku, sedang tangan kirinya memijat-mijat buah pelirku. “Hmm.. Terus Tan. Enak.. Ohh.. Aagak keraas Taan..” Setelah 5 menit menjilati kontolku, aku menyuruhnya rebahan. Kubuka kakinya lebar-lebar hingga tercium aroma yang lezat sekali. “Mau diapain Jack?” “Tante tenang aja. Yang penting Tante puas.. Jack udah nggak sabar pengen jilatin memek Tante” “Emang kamu nggak jijik?” “Justru saya suka banget. Abis memek Tante bersih. Merah lagi” Tanpa menunggu pertanyaan yang akan dilontarkannya lagi, aku langsung menjulurkan lidahku menuju lubang memeknya. Dia hanya bisa melenguh.. “Ooh.. Sshhtt.. Jack..”, desahnya sambil tangannya menjambak rambutku. Mungkin karena baru pertama kalinya dia merasakan sensasi seperti itu. Memeknya terasa asin di lidahku dan cairan yang keluar lumayan banyak. Tak kusia-siakan cairan itu mengalir begitu saja. Aku menyedotnya hingga terasa cairan kental asin melewati lidah hingga tenggorokanku. Setelah puas membersihkan cairannya, lalu lidahku menuju klitorisnya. Jambakan di rambutku bertambah keras dan desahannya semakin menjadi.. “Teeruus.. Di siituu.. Saayaanghh.. Oohh good.. Saayaanghh.. Saayyaanghh.. Ohh.. Enaak.. Sthhsstthh..” Sekarang dia tidak lagi memanggilku Jack, tapi sayang. Aku semakin cepat menggerakkan lidahku berputar-putar di klitorisnya dan sesekali aku menyedotnya dengan keras. Beberapa detik kemudian kurasakan badannya bergetar dan kedua tangannya menekan kepalaku ke memeknya sehingga aku sedikit susah bernafas. Mungkin dia sudah mau keluar, pikirku. Aku semakin kuat menjilatinya hingga tanpa sadar dia berteriak.. “Ahh.. Saayaanghh.. Taanntee.. Mauu keelluuaarr.. Ahh..” Ada cairan yang keluar dari memeknya. Kujilat dan kutelan lagi karena rasanya enak dan aku menyukainya. Lalu aku bangun. Kulihat wajahnya tersenyum puas. “Makasih Sayang, sekarang masukin kontolmu, Sayang. Tante sudah nggak tahan” “OK Tante”, jawabku. Lalu dibimbingnya kontolku menuju lubang tempat lahirnya sahabatku itu. Begitu masuk rasanya hangat sekali. Dan tidak lebar seperti yang pernah kubayangkan. “Ohh.. Memek Tante enak banget.. Masih keset. Kaya perawan..”, mendengar ucapanku dia tersenyum. “Sekarang puas-puasin ngentot Tante yah!” Aku mulai memaju mundurkan pantatku. Sleep.. Slepph.. Sleepph, bunyi di antara selangkangan kami. Tante Merry semakin meracau.. “Kkoonntooll.. Enaakk.. Sodok yang keraas saayaang.. Tante mau keluar lagii.. Ahh” Kuturuti permintaannya hingga kontolku terasa mentok di perutnya. Lalu tubuh Tante Merry mengejang untuk yang kedua kalinya. Setelah 30 menit mengocok kontolku di dalam memeknya, kontolku terasa geli-geli nikmat. Sedetik kemudian tanpa sadar gerakan badanku semakin cepat. “Taanntee.. Saayyaa.. Mauu.. Keelluuaarr.. Ahh..” “Keeluuariin di daalaam saayaangh..” Tangannya menahan gerakan pantaku. Akhirnya.. crroot.. crroott.. croott.. Kontolku terasa meledak. Lalu kutindih tubuhnya. Kami berpelukan selama beberapa menit. “Makasih ya sayang, udah puasin Tante. Ini rahasia kita berdua OK?” “Saya juga senang bisa puasin Tante. Kapan saja Tante mau, saya siap” Setelah itu aku mandi karena jam sudah menunjukkan pukul 930. Selesai mandi aku langsung pulang. Sejak saat itu aku sering making love dengan Tante Merry. Kalau dia sedang horny, dia jemput aku dengan menelepon terlebih dahulu untuk check-in di hotel atau bungalow. Sampai dengan saat ini 2 bulan sejak pertama mengentot Mamanya Hendrik masih belum mengetahui apa yang terjadi antara aku dengan Mamanya. TAMAT by – Cerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita Panas Indonesia, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep Seru 2020 kenikmatan bersama tante girang nikmat ngentot mama temanku cerita ml sama mama teman kuentot memek mama temanku mama temanku yang seksi dan sintal
Lanjut ke konten Arsip TagCerita Bu Haji Kenikmatan Bersama Mama Temanku Yang Seksi Cerita Bu Haji Cerita Sex Terbaru – setelah sebelumnya ada kisah Kakak Ipar Jadi Orgasme Setelah Kuperkosa, kini ada cerita seks bergambar Kenikmatan Bersama Mama Temanku Yang Seksi. selamat membaca dan menikmati. Perkenalkan namaku Jacky teman-teman biasanya memanggilku Jack. Umurku 29 tahun. Postur tubuhku standar bule. Tinggi 185 cm, berat 82 kg. Wajahku biasa-biasa saja. Sekarang aku bekerjaLanjutkan membaca “Kenikmatan Bersama Mama Temanku Yang Seksi Cerita Bu Haji”
Alkisah ada seorang pemuda yang sedang ingin merantau. Tujuan utamanya selain untuk mencari kerja, ialah membahagiakan orang tua. Sejak kecil ia telah bertekad untuk mengabulkan keinginan orang tuanya naik haji. Untuk itu ia bertekad di kota rantauan ia bisa mencari uang banyak untuk mewujudkannya. Setelah sampai di kota tujuan dan menyewa kos-kosan, ia pun melamar kesana kemari membawa alamat jeng.. jeng.. lho kok ?? Hahaha melamar pekerjaan maksudnya. Satu per satu perusahaan ia datangi, namun tak satupun perusahaan yang ingin menerimanya, karena kualitas pendidikannya yang masih berada di daerah terpencil. Namun, ia tetap tidak menyerah. Tiba akhirnya ada satu perusahaan yang mau menerimanya. Ia pun sangat senang. Terlintas di pikirannya, ia bersama orang tuanya sedang memakai baju ihrom, sedang di bandara untuk berangkat haji. Namun keinginan pemuda ini tak semulus yang ia harapkan. Gajinya hanya cukup untuk ia makan dan kontrakan rumah. Walau masih bersisa, itupun cuman koin ratusan rupiah yang ia kumpulkan dari kembalian membeli barang. Apalagi setelah ia menikah, keluarganya menjadi hancur berantakan. Perkawinannya tidak ia rencanakan dengan matang. Tiba suatu ketika, ada isu di kantornya bahwa akan dilaksanakan PHK. Ia pun mulai bingung. "Harus kemanakah aku ? Bagaimana nasib istri dan anakku ? Apa nanti aku titipkan di tempat mertua ? Apa nanti aku bisa disebut sebagai pencari nafkah ?" Tanyanya dalam hati Ia pun mulai mencari cara lain agar istri dan anaknya tetap dapat makan dan tinggal Tak tau angin apa, ia terpikir untuk buka usaha sendiri. Saat ia merasa lapar, ia teringat dengan warung makan di depan kontrakannya. Lalu terpikirnya untuk membuka restoran. Ia pun mencari kebutuhan untuk usahanya itu, mulai dari tempat, logo, serta koki masak masak ikan mas koki, Hahaha D Untuk tempatnya, ia bertanya kepada pak haji, yang kebetulan orang yang punya kontrakan rumahnya. Pak haji bilang kalau ia punya tempat makan yang bentar lagi ditutup. Pemuda ini lalu membujuk pak haji agar mau kerjasama membuka restorannya. Namun pak hajinya tidak mau. "Tidak ah, saya mau menjualnnya saja" "Ayolah pak, kita kan udah kenal lama. Sejak saya masih single loh pak" "Pokoknya tidak bisa, saya mau menjualnya. TITIK !!" Tiba-tiba bu haji keluar sebagai penyelamat, ia pun membujuk pak haji untuk menyewanya kepada pemuda itu "Begini saja, tidak usah kerjasama. Pakai setoran aja, per bulannya 1 juta" Pemuda itu lalu merasa senang sekali. Ia lalu menyiapkan berbagai perlengkapan restoran. Hari pertama buka, wajarlah kalau sepi. Hari kedua dan ketiga, begitu seterusnya hingga hampir 1 bulan. Istrinya sudah mulai cemas dengan kondisi keuangan yang meningkat, meningkat nomboknya. Haha.. Namun pada bulan kedua, restorannya laris manis. Setelah hampir sekitar satu bulan berikutnya, dihitung-hitung keuntungannya mencapai 3 juta Ia pun merasa ingin memfokuskan lagi dengan usahanya. Tentang kabar PHK dari kantornya, sampai sekarang ia masih belum di PHK. Untuk itu ia berniat untuk mengundurkan diri dari perusahaannya. Setelah ia mengundurkan diri, ia berniat untuk membuka cabang lagi restorannya. Lalu ia pun mencari lokasi baru yang ramai. Belum sempat mencari lokasi, datang bu haji yang bilang setorannya dinaikkan menjadi 2 juta. Ia hanya dapat menganggukkan kepala, dan berharap bisa mendapat keuntungan yang lebih lagi. Namun belum seminggu, datang lagi bu haji bilang bahwa setorannya dinaikkan lagi menjadi 2,5 juta. Bu haji bilang retorannya sangat ramai, sehingga tidak apalah membagi sedikit rezeki katanya. Sehingga keuntungannya saat itu tinggal 500 ribu. Pada bulan berikutnya, restorannya menjadi tidak laku. Belum sempat membayar hutang, pendapatannya kini minus lagi. Ia beserta istrinya juga diusir dari kontrakan karena sudah nunggak 3 bulan. Ia memutuskan untuk membawa istrinya tinggal sementara di rumah mertuanya. Namun ia tidak tinggal beserta istrinya. Ia hanya berjanji kalau ia hanya sebentar saja menitipkan istri dan anaknya di mertuanya. Setelah dari rumah mertuanya, ia berpikir untuk tinggal di mushola. Disitu ia bertemu teman lamanya. Lalu ia berkeluh kesah dengan teman lamanya itu. Ia menceritakan semua pengalaman pahit yang ia alami. Temannya yang kebetulan juga bekerja di restoran mengkoreksi apa saja kesalahan yang ia lakukan. Ia sadar bahwa selama ini ia tidak memanajemen restorannya dengan baik. Semua keperluan dapur dan pengeluaran ia percayakan kepada koki, sehingga ia tidak tahu pengeluaran apa saja yang diatur. Ia kembali mengingat saat ia masih di kantor. Ia tidak perlu pusing seperti ini, tinggal menerima gaji di awal bulan saja, beres. Ia terlalu merasa angkuh untuk mengundurkan diri dari perusahaannya tanpa mempertimbangkan restorannya mampu bertahan hingga jangka panjang atau tidak. Ia kembali mengingat tekadnya untuk memberangkatkan orang tuanya pergi haji. Tetapi ia malah banyak bersenang senang, menikah dan mempunyai anak ketimbang mewujudkan mimpinya itu. Ia merasa sangat menyesal, namun semua telah terjadi.
cerita dewasa bu haji